THE Winner AWESOMETRIX I - “Happy Employee” - Abstract

Oleh : 
Andi Dwirara, Chairunnisa B, Achmad Fauzi IM

Pemenang I Kompetisi Awesometrix Veda Praxis, 1 Februari 2016

 

A.        Tujuan

Salah satu hal yang sangat diperlukan bagi suatu perusahaan adalah membangun budaya perusahaan. Budaya organisasi sangat penting bagi kemajuan suatu perusahaan, karena mendukung produktivitas dan komitmen karyawan, serta mendukung tujuan perusahaan. Penelitian dalam psikologi organisasi positif menunjukkan bahwa budaya organisasi yang positif akan memberikan kesenangan dan kepuasan karyawan dalam bekerja (Seppala & Cameron, 2015). Menyadari pentingnya budaya organisasi maka terlebih dahulu kita perlu mendefinisikan tempat kerja yang nyaman dan memahami faktor-faktor yang menyebabkan karyawannya happy dalam bekerja.

Kelleher (Andrew, 2011) mengemukakan bahwa jika perusahaan memiliki karyawan yang bahagia, maka hal tersebut dapat membuat klien perusahaan juga bahagia. Ketika perusahaan ingin memiliki klien yang bahagia, puas dan loyal, perusahaan harus memiliki karyawan yang bahagia, puas dan loyal. Boehm dan Lyubomirsky (2008) mengemukakan bahwa kesuksesan karyawan di masa akan datang dapat diprediksi dengan mengukur tingkat kebahagiaan karyawan tersebut.

Berdasarkan study literatur yang dilakukan, salah satunya dari globoforce.com yang menjelaskan bahwa berhasil atau tidaknya sebuah organisasi dapat dilihat dari budaya organisasi yang dimiliki organisasi tersebut. Karyawan tidak akan meninggalkan organisasi yang memiliki budaya organisasi yang baik. Karyawan yang merasa bahagia 50% lebih berpotensi untuk menyelesaikan pekerjaan secara tepat, 85% menyelesaikan pekerjaan lebih efisien, dan 10% lebih memilih untuk tidak menggunakan cuti.

Noveldy (2015) menjelaskan bahwa dalam sebuah penelitian tentang 10 alasan utama orang berhenti bekerja, ternyata yang menduduki peringkat pertama adalah karena karyawan merasa tidak bahagia di pekerjaannya. Sementara, penelitian lain menjelaskan bahwa 5 alasan mengapa karyawan masih bertahan di pekerjaannya karena karyawan tersebut merasa bahagia.

 

B.         Metodologi

1.         Subjek

Subjek penelitian ini adalah karyawan perusahaan BUMN dan karyawan Perusahaan Industri Kreatif di Makassar, serta karyawan PT Veda Praxis.

2.         Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian yang digunakan adalah questionnaire open ended questions dan interview.

3.         Teknik Pengambilan Sampel

Teknik yang digunakan adalah metode random sampling dengan jumlah sampel 72 responden.

4.         Analisis Data

Penelitian ini menggunakan questionnaire open ended questions yang terdiri dari dua pertanyaan terbuka dan disebar secara online. Penelitian ini juga menggunakan metode interview. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan metode coding yaitu memberikan identitas atau pengelompokan pengklasifikasian data dari respon-respon hasil penelitian ke dalam kelas-kelas tertentu.

 

C.        Hasil

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hal-hal yang menjadi faktor karyawan happy dalam bekerja, yaitu sebagai berikut:

1.         Work Enjoyment (32%)

Work enjoyment mengacu pada anggapan positif karyawan mengenai kualitas kerjanya. Karyawan memiliki keinginan untuk melakukan pekerjaannya dengan tujuan merasa senang dan puas (Makikangas, dkk, 2010)

2.         Work Relationship (49%)

Karyawan merasa senang bekerja di lingkungan dimana mereka dapat saling memberikan dukungan satu sama lain.

3.         Work-Teams (17%)

Karyawan merasa senang ketika bekerja dengan rekan kerja yang dapat saling bekerja sama.

4.         Work Enrichment (10%)

Proses yang menghasilkan kepuasan kerja bagi karyawan dengan memberikan tingkat tanggung jawab yang lebih besar dan memberikan kesempatan bagi karyawan untuk memutuskan apa dan bagaimana pekerjaan harus dilakukan dan dicapai (Salau, Adeniji, dan Oyewunmi, 2014).

5.         Work Recognition (4%)

Karyawan merasa senang ketika mendapat pengakuan dari rekan kerja atau atasannya atas perilaku, upaya, dan prestasinya yang mendukung tujuan dan nilai-nilai perusahaan (Nelson, 1994).

6.         Work Leadership (11%)

Karyawan merasa senang ketika diberikan kesempatan oleh atasan untuk mengambil inisiatif dalam bekerja termasuk dalam memecahkan masalah. Juga suatu kondisi pekerjaan dimana karyawan merasa dipercayai oleh pemimpin dan merasa diperhatikan dalam proses pengembangan diri maupun karirnya.

7.         Work Reward (5%)

Karyawan merasa senang ketika mendapatkan pengakuan dan penghargaan atas pekerjaannya.

8.         Work Equity (1%)

Karyawan akan merasa senang dan dapat termotivasi untuk bekerja lebih baik ketika diperlakukan adil oleh atasannya.

9.         Work Engagement (3%)

Proses dimana karyawan berkontribusi sepenuhnya dalam mendukung kesuksesan perusahaan, yang berarti karyawan berinvestasi secara fisik, kognitif, dan emosi dalam peran pekerjaannya.

 

D.        Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terdapat 9 hal yang menyebabkan karyawan happy dalam bekerja. Dengan memahami hal tersebut, infografik ini diharapkan:

1.         Menjadi dasar bagi perusahaan untuk mengembangkan budaya organisasi positif sesuai tujuan perusahaannya.

2.         Menjadi dasar bagi perusahaan mengembangkan program yang mendukung budaya organisasi positif di setiap perusahaan.

 

References

Andrew, SS. 2011. S.M.I.L.E.S. : The Differentiating Quotient for Happiness at Work.

Boehm JK., & Lyubomirsky S. Does Happiness Promote Career Success? Journal of Career Assessment 2008; 16, 101.

Globoforce. 2013. The Science of Happiness. http://www.globoforce.com retrieved January 11, 2016.

Makikangas A, Bakker AB, Aunola K, & Demerouti E. Job Resources and Flow at Work: Modelling The Relationship via Latent Growth Curve and Mixture Model Methodology. Journal of Occupational and Organizational Psychology 2010; 83, 795-814.

Nelson, Bob (1994). 1001 Ways to Reward Employees. New York: Workman Publishing Company, Inc.

Noveldy, Indra. 2015. Mengapa Relationship Penting Dalam Pekerjaan. http://indranoveldy.com/mengapa-relationship-penting-dalam-pekerjaan/ retrieved January 11, 2016.

Salau, O., Adeniji, A., & Oyewunmi, A. Relationship Between Element of Job Enrichment and Organizational Performance Among The Non Academic Staff in Nigerian Public Universities. Journal of Management & Marketing 2014; 12, 173-189.

Seppala, E., & Cameron, K. Proof That Positive Work Culture are More Productive. Harvard Business Review. https://hbr.org 2015; posted January 1.