Loading...
Picture Veda Praxis dorong tata kelola dan pemanfaatan AI di Indonesia dan Asia Tenggara

Veda Praxis dorong tata kelola dan pemanfaatan AI di Indonesia dan Asia Tenggara

Veda Praxis | 23 July 2025 | Teknologi

Jakarta, 18 Juli 2025 - Memasuki usia dua dekade dalam perjalanannya, Veda Praxis terus memperkuat perannya dalam pengembangan solusi dan pemikiran strategis terkait artificial intelligence (AI) dengan fokus utama pada penerapan AI dari perspektif tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan (governance, risk management, and compliance) (GRC).

Sebagai bagian dari komitmen ini, Veda Praxis menyelenggarakan sesi internal bertajuk AI Friday, Jumat (18/7).

Sharing session ini menghadirkan partner laboratorium AI Veda Praxis di Hanoi yakni Duy Nguyen dan Thang Mai, serta Chief of International Veda Praxis Marek Kosmowski.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum berbagi wawasan tentang peluang dan tantangan AI, tetapi juga bagian dari inisiatif berkelanjutan Veda Praxis untuk memperkuat kapasitas internal dan pemahaman para konsultan terhadap isu-isu terkini seputar AI, termasuk tren teknologi, risiko, etika, serta regulasi yang terus berkembang.

Setelah lebih dari 20 tahun berkontribusi pada kemajuan teknologi global, Veda Praxis meyakini transformasi digital yang efektif harus selalu ditopang kerangka GRC yang kuat.

Karena itu, peluncuran AI Lab di Hanoi, Vietnam, menjadi langkah strategis untuk mendukung pengembangan teknologi AI yang tidak hanya inovatif, tetapi juga patuh, transparan, dan akuntabel.

AI Lab ini melengkapi ekosistem riset teknologi Veda Praxis, yang sebelumnya membangun Cybersecurity Lab di Indonesia dan Ho Chi Minh City, Vietnam.

Seluruh laboratorium ini dirancang untuk mendorong praktik teknologi yang bertanggung jawab sesuai dengan tuntutan regulasi dan kebutuhan bisnis klien di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai bentuk keseriusan terhadap tata kelola AI, Veda Praxis memiliki pakar bersertifikat ISO 42001 yang diakui internasional dan kini aktif mendampingi berbagai organisasi dalam proses sertifikasi serta penguatan kerangka GRC untuk implementasi AI yang aman dan tepat guna.

Menurut CEO Veda Praxis Syahraki Syahrir, teknologi AI menawarkan banyak manfaat tetapi juga dapat berdampak negatif jika tidak dikelola dengan baik.

“Veda Praxis berkomitmen menjaga perkembangan AI di Indonesia dan Asia Tenggara. AI Lab kami tidak hanya fokus pada inovasi teknologi, tapi juga bagaimana mengelola AI dengan baik."

"Fokus kami ialah bagaimana kita dapat mengoptimalkan potensi AI secara bertanggung jawab. Ini juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah Indonesia, termasuk pedoman AI yang baru-baru ini dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ujarnya.

Selain pengembangan laboratorium dan riset, Veda Praxis juga secara konsisten menerbitkan publikasi dan menyelenggarakan berbagai program edukasi untuk klien dan mitra.

Tujuannya agar organisasi dapat memahami dan menerapkan AI sesuai kebutuhan mereka dengan tetap menjaga tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan yang baik.

"Melalui rangkaian inisiatif ini, Veda Praxis menegaskan dirinya sebagai mitra transformasi digital yang tidak hanya berfokus pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada keberlanjutan, integritas, dan penguatan tata kelola di era AI," tutup Syahraki.