Profil

Anggraeni & Partners adalah firma hukum yang memiliki spesialisasi dalam penyelesaian sengketa dengan pendekatan multidimensi untuk menyediakan layanan yang mencakup prediksi kemungkinan masalah dan mengelola pendahuluan, pencegahan, mitigasi, dan penyelesaian masalah hukum. Anggareni & Partners memiliki perspektif global bahwa manajemen sengketa mencakup serangkaian tindakan penuh kehati-hatian yang melampaui resolusi. Dalam praktiknya, ini berarti memberikan penekanan yang sama dengan peletakkan dasar yang kuat untuk setiap transaksi dan tetap mengikuti perkembangan peraturan melalui penelitian mendalam untuk mengoptimalisasikan perlindungan dan pengelolaan risiko perselisihan hukum. Jika terjadi perselisihan hukum yang tidak menguntungkan, Anggraeni & Partners akan memberikan pendampingan dengan mewakili kepentingan klien sepenuhnya dan menawarkan saran yang profesional, akurat, tepat waktu, dan masuk akal berdasarkan hukum, praktik, dan lingkungan bisnis di Indonesia. Didirikan pada tahun 2012 di Jakarta, kami adalah praktik kelas kecil tapi berat di bidang spesialisasi pilihan kami. Litigasi kriminal kerah putih, laksamana, sengketa komersial dan konstruksi yang kompleks, dan klaim yang menyakitkan merupakan bagian terbesar dari praktik khusus kami. Kami telah mewakili klien lokal dan internasional, baik swasta maupun perusahaan, dengan perpaduan keahlian, kreativitas, dan solusi khusus kami. Kami menjembatani kesenjangan antara harapan klien asing dan realisme penyelesaian sengketa di Indonesia, dengan mempertimbangkan nuansa geografis, budaya, dan bisnis dari setiap kasus. Kami secara budaya Indonesia, namun internasional dalam sikap, pandangan, dan efisiensi.

Setyawati Fitrianggraeni
Managing Partner

Setyawati Fitrianggraeni telah berkarir selama lebih dari 15 tahun dalam berbagai praktik hukum. Dia memulai praktik hukumnya sebagai pengacara pembela kriminal untuk kasus kriminal tingkat tinggi kemudian melanjutkan fokusnya di hukum maritim pada tahun 2010 di Nordisk Legal Services, Freight Demurrage & Defence Club dengan kantor pusat di Oslo, Norwegia. Pengalamannya sebagai penasihat meliputi proses gugatan atas masalah lingkungan, komersial, dan sengketa konstruksi dalam berbagai proses arbitrase di SIAC, BANI, dan AIAC, pengadilan sipil, dan negosiasi kontrak. Ia telah memberi nasihat dalam serangkaian kasus profil tinggi, termasuk potensi perselisihan yang melibatkan Angkatan Laut Sri Lanka.
Fitri menjadi penasehat hukum Koperasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (INKOPPOL) sejak 2017. Ia telah berbagi keahlian hukumnya melalui berbagai publikasi, termasuk “It’s Just Smoke. Tetangga yang Baik Membuat Hukum yang Buruk. A Commentary on the Haze Situation between Indonesia, Malaysia, and Singapore” (Proceeding, 2020), “Building Business, Enriching Lives: Empowering Women in Fishing Communities of Tegal and Wonogiri, Central Java, Indonesia” (Journal of Maritime Affairs, 2019), dan “Dispute on Green Infrastructure Mega Project: Managing the Risk On Preserving The Earth” (Jurnal The Spirit of Law, 2019).
Pencapaiannya antara lain sebagai Wanita Asia Tenggara 2020 oleh Young Southeast Asia Leader’s Initiative (YSEALI) dan Pengacara NexGen Hukumonline pada tahun 2019. Karirnya berkembang tidak hanya dari sisi praktik hukum tetapi juga sebagai Asisten Profesor untuk Departemen Hukum Perdata dan Editor Pelaksana the Lex Patrimonium dan sebagai Sekretaris Jurusan Hukum Perdata di almamaternya Universitas Indonesia.
Fitri lulus dengan gelar Magister Hukum dari Universitas Indonesia dengan prestasi di bidang Hukum Maritim dari University College London dan saat ini adalah kandidat Doktoral dengan fokus Hukum dan Kebijakan Maritim di World Maritime University, sebuah universitas di bawah naungan International Maritime Organization (IMO) yang berlokasi di Swedia. Fokus penelitiannya adalah keselamatan maritim dan hukum kerugian.

Setyawati Fitrianggraeni has amassed more than 15 years of experience in a career that spans a wide range of legal practices. She started her legal practice as a criminal defense lawyer for high-profile criminal cases then pursued her focus in maritime law in 2010 at Nordisk Legal Services, a Freight Demurrage & Defence Club with headquarters in Oslo, Norway. Her experience as counsel encompasses tort proceedings on environmental issues, commercials, and construction disputes in different arbitrations proceedings at SIAC, BANI, and AIAC, civil court, and contract negotiations. She has advised in a series of high-profile cases, including a potential dispute involving the Sri Lankan Navy.
Fitri has been a legal advisor to the Cooperative of the Indonesian National Police (INKOPPOL) since 2017. She has shared her legal expertise through various publications, including “It’s Just Smoke. Good Neighbors Making Bad law. A Commentary on the Haze Situation between Indonesia, Malaysia, and Singapore” (Proceeding, 2020), “Building Business, Enriching Lives: Empowering Women in Fishing Communities of Tegal and Wonogiri, Central Java, Indonesia” (Journal of Maritime Affairs, 2019), and “Dispute on Green Infrastructure Mega Project: Managing the Risk On Preserving The Earth” (The Spirit of Law Journal, 2019).
She was listed as a Southeast Asian Women 2020 by Young Southeast Asia Leader’s Initiative (YSEALI) Women’s Leadership Academy Alumni Network and Hukumonline’s NexGen Lawyers in 2019. Her career experience expanded from being an Assistant Professor for the Private Law Department and the Managing Editor of The Lex Patrimonium to being the Secretary of the Private Law Department at her alma mater, the University of Indonesia.
Fitri graduated with a Master of Law from the University of Indonesia with merit in Maritime Law from the University College London and is currently a Ph.D. candidate in Maritime Law and Policy at the World Maritime University, a university under the auspices of the International Maritime Organization (IMO), located in Sweden. Her focus of research is maritime safety and tort law.

Tanya Widjaja Kusumah
Managing Associate

Tanya Widjaja Kusumah secara aktif terlibat dalam pengembangan kelompok praktik Corporate Legal Compliance &amp and Governance di Anggraeni & Partners. Ia melakukan pendampingan kepada klien lokal dan internasional di berbagai industri dengan aksi korporasi dan negosiasi kontrak yang berbeda. Ia terlibat dalam pendirian taksi online pertama Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dengan mewakili sebuah perusahaan jasa transportasi swasta untuk merundingkan kerja sama tersebut. Kasus penting lainnya yaitu mewakili penyedia jaringan Jepang dalam negosiasi kontrak dengan sebuah entitas Indonesia sebagai pemasok untuk acara olahraga regional bergengsi dan melakukan pendampingan kepada sebuah BUMN mengenai pembentukan kerangka Governance Risk and Compliance sebagai kontribusi terhadap upaya pemerintah Indonesia memperkuat peran BUMN pada rencana jangka menengahnya.
Terpilih sebagai salah satu Pengacara NexGen Hukum Online pada tahun 2020, Tanya lulus dari Universitas Katolik Atma Jaya dengan gelar Sarjana Hukum di bidang Hukum Ekonomi dan Bisnis. Sambil mengejar mimpinya menjadi leader di sektor hukum, Tanya menaruh minat besar pada perkembangan industri telekomunikasi di masyarakat.

Tanya Widjaja Kusumah has been actively involved the development of the Corporate Legal Compliance &amp, Governance practice group at AP Law. She has advised local and international clients in various industries on different corporate actions and contract negotiations. She was involved in the establishment of the first online taxi at Soekarno-Hatta International Airport, representing a private transportation service company in the negotiation for the cooperation. Other notable cases include representing a Japanese network provider in a contract negotiation with an Indonesian entity as supplier for a prestigious regional sporting event. She also advised a state-owned holding company on the establishment of a governance risk compliance framework in contribution to the Indonesian government’s effort to strengthen the role of state-owned enterprises in its medium-term plan.
Tanya was listed as one of Hukum Online’s NexGen Lawyers in 2020. She is a graduate of the Atma Jaya Catholic University where she obtained her Bachelor of Law in Economic and Business Law. While continuing to climb the ladder as a leader in the legal sector, she cooks a lot and takes great interest in the development of telecommunication in society.