Indonesia dan ibu kota baru.

Sebuah persoalan lama dengan tajuk yang terus berulang. Apa saja kendala realisasinya? Lalu, dengan rencana pemindahan ibu kota ke area yang belum terkelola dengan optimal dari sisi fasilitas dan pengembangan ekonominya tentu juga akan memberikan segudang pekerjaan rumah baik bagi pemerintah serta sektor bisnis dan industri sebagai penyokong keberlangsungan perekonomian dan pemerintahan.

Jika wacana ini benar-benar terealisasikan, sebagai tampuk utama penyelenggaraan negara, pemerintah akan didorong untuk memaksimalkan digitalisasi pada seluruh infrastruktur, proses bisnis dan layanannya di ibu kota yang baru agar dapat bersaing secara global. Dengan digitalisasi yang optimal ini, julukan Smart City pada Jakarta tentu nantinya akan juga menempel pada kota lainnya sehingga akan terwujud Indonesia Smart Nation.

Analisa mendalam mengenai rencana pemindahan ibu kota dari Hamzah Ritchi (Research Partner Veda Praxis) dan Syahraki Syahrir (Chief Advisory Veda Praxis) yang dimuat di website Vision by Protiviti, salah satu firma konsultasi terbesar di dunia yang berkantor utama di California dan kerap masuk dalam daftar Fortune 100 Best Companies to Work For, merupakan salah satu pencapaian Veda Praxis di pasar global. Veda Praxis tidak hanya mengangkat kronik isu digitalisasi segala sektor demi terwujudnya Indonesia yang mampu sejajar dengan negara-negara maju lainnya, tetapi juga mengukuhkan Veda Praxis sebagai Business Advisor yang dipercaya oleh firma-firma internasional.

Untuk artikel lengkapnya silakan akses: